Showing posts with label Alzam. Show all posts
Showing posts with label Alzam. Show all posts

18 July 2017

INSPIRATIF: Anak-anak Subuh

TULISAN di bawah sangat menohok sekali. Menghujam di ulu hatiku. Ulu hati ayah dgn 2 anak laki2 yg belum aqil baligh. Sy harus mendokumentasikannya. Sebelum terdelete :)

---------------------

Ada anak lelaki yang hampir setiap subuh ikut berjamaah, ia berdiri dan duduk persis di sebelah Ayahnya. Meniru semua gerakan Ayahnya, si Ayah sholat sunnah ia ikut, begitu seterusnya.

Ada anak usia sekitar tiga tahun yang kadang-kadang ikut Ayahnya ke masjid. Wajahnya terlihat baru bangun tidur, masih pakai diapers pula. Berdiri persis di samping Ayahnya mengikuti Ayahnya sholat sunnah sebelum subuh. Sampai gerakan sujud nggak bangun lagi, hingga Ayahnya selesai sholat, ternyata ia tertidur sambil sujud.

Ada lagi anak yang usianya juga sekitar tiga tahun. Juga berdiri di sebelah Ayahnya, namun pada saat sholat subuh tak berapa lama setelah takbir dan Imam membaca alfatihah, ia ngeloyor meninggalkan barisan. Hingga sholat subuh usai, biasanya ia duduk di pojok masjid menunggu Ayahnya selesai.

Ada pula Ayah yang membawa anaknya ke masjid dalam kondisi masih terlelap. Di gendong turun dari mobilnya, sampai ke masjid dan bahkan hingga jamaah bubar si anak tetap terlelap. Meski sang Ayah sudah mencoba membangunkannya. Maklum, masih usia dua tahun.

Yang menarik ada anak yang rajin ke masjid padahal tidak ada Ayahnya. Entah bagaimana ibunya mendidik, menarik pastinya. Meski tanpa Ayah yang sudah lama meninggal, ia tetap rajin ke masjid.

--------------       ---------------------

Selama masih ada barisan anak-anak yang berangkat ke masjid di subuh hari, meskipun dengan berbagai kepolosan perilakunya, maka masih jelas masa depan agama ini.

Selama masih ada orang tua, terutama para Ayah yang berupaya mengajak serta anak-anaknya sholat subuh berjamaah di masjid, akan kokohlah barisan pejuang agama Allah. Negara pun akan selamat.

Khawatir lah bila sudah tidak ada kalangan muda dalam barisan jamaah subuh di masjid-masjid, bagaimana nasib ummat ini di masa datang?

Ada riwayat yang terbaca, salah satu rahasia kehebatan para pejuang Aceh, yang membuat penjajah kesulitan mengalahkan rakyat Aceh adalah, Teuku Umar dan para panglima memilih pasukannya dari masjid-masjid di waktu subuh.

Mereka yang bangun subuh adalah para pejuang. Orang-orang yang bersungguh-sungguh, yang telah bisa mengalahkan rasa lelah dan malasnya, tak turuti kantuknya, menguasai egonya.

Kagum kepada para orang tua yang tak lelah mengenalkan, mengajarkan dan memberi contoh kepada anak-anaknya untuk sholat berjamaah subuh di masjid. Kelak anak-anak ini menjadi pribadi yang tangguh raga dan jiwanya.

Tak perlu khawatir, bila subuh saja bisa dikuasai, kelak masa depan bisa digenggam.

Sumber: katanya copas dari akun@bayugawtama

Makassar 18 Juli 2017

------------             :-----------------

Keterangan foto: membawa si sulung ke pintu gerbang Ponpes Yastrib Watansoppeng

3 Syawal 1438 H

03 July 2017

Temani 2 Jagoan di 'Kandang' Macan

Menajajal Taman Macan setelah Mudik. Bersama 2 jagoan kecil...

Lumayan membuang sisa2 lemak Lebaran :)

02 July 2017

Alzam Adventure (3): Sensasi Naik Perahu dan Lawa Bale di Danau

Temanya silaturahmi keluarga besar Ibu di Batu-batu. Tepatnya Dusun Limpomajang Kelurahan Lajarella, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. ALZAM, ayah, ibu, adik Willy, nenek semuanya ikut...

Santap ikan biasa. Yang lebih seru kalau makan ikan di tengah danau!

Yup, keluarga besar ibu punya cara unik merayakan temu keluarga tahunan setelah Idulfitri 1438 H. Sampai ke tempat ini, butuh naik perahu kurang lebih 15 menit. Sebenarnya, tempat ini adalah rumah sawah. Hujan yg mengguyur Soppeng dan sekitarnya 1 bulan terakhir menyebabkan Danau Tempe meluap. Ratusan hektar sawah penduduk setempat gagal panen. Ada yg sedih ada juga memilih tak meratapi hadiah air melimpah dari Tuhan ini. Rerata penduduk sekitar berprofesi nelayan rangkap penggarap sawah.
Lihatlah neneknya Alzam, sukacita berenang di atas sawah.

Sawah boleh gagal panen tapi hidup berjalan terus. Termasuk menikmati lawa bale di rumah sawah dan... di atas air. NYAM...

Batu-batu, 29 Juni 2017

30 June 2017

Alzam Adventure 2: Bertemu Sahabat Baru di Masjid dan Play Station

Kurang lebih tiga minggu, si sulung di kampung ayah.
Kata nenek, Alzam (7) butuh tiga hari beradaptasi dgn cuaca dan suasana baru. Tiga hari tinggal di rumah. Setelah beberapa hari ikut jamaah di masjid, akrablah dgn teman2 baru. Rutin interaksi di masjid, Alzam mengajak teman2 baru ke rumah naik. Alzam membawa mainan play station ke kampung.

Ayah juga kaget. Tiba di rumah satu hari jelang Idulfitri, Ayah mendapati Alzam di depan TV bersama puluhan sahabatnya. Smack down-lah atau main Winning Eleven...

Ayah memang pesan: mencari sahabat sebanyak2nya di kampung. Misinya sukses!

Cuma sedikit masalah. Laporan nenek: 14 hari puasa Ramadan  hanya tiga puasa full. Selebihnya puasa 'setengah hari'. Hiks...
Di Makassar selama 15 Ramadan, Alzam punya 7 puasa full... Kekurangan ini ditutupi dgn rutin 'main2' dan salat jamaah di masjid dekat rumah.... Demikian laporan nenek..

Alzam Adventure (1): Liburan di Kampung Ayah

Libur panjang tahun ini jadi pengalaman panjang si sulung. Jagoanku yg kini 7 tahun lebih menghabiskan libur di kampung kakek.

Libur 1 bulan lebih jadi momen akrab dgn kakek-nenek dan keluarga ayah.

Yup. Sejak tengah Ramadan 1438 H/2017, kakek menjemput Alzam. Lumayan 3 pekan di kampung ayah, Lapajung Barat, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng....

04 June 2017

UCL Final 2017: Terpaksa Jadi "Jupentini"

Ayah, bangunin yah! Saya mau nonton Final Liga Champion!
Ini permintaan si sulung sebelum tidur.  Sebelum berpisah untuk tidur, dilakukan 'undian'. Berhubung ayah juga ingin mendukung Real Madrid.

Sementara si sulung katanya penggemar Real Madrid.

Karena ayah penggemar Inter Milan, tidak mungkin dong di 'Jupentus'. Yg menang undian mendukung Real Madrid. Tiga kali undian, skor 1-2 utk si sulung. Ayah pun terpaksa jadi Juventini. Subuh ini saja yah.

Hingga menit 18.25, Si nyonya Besar sudah dua kali shot on goal lewat tendangan menyusur tanah Higuain dan Pjanic.

Tapi Madrid mencetak gol dengan asis Carvajal menit 20... (bersambung).

29 May 2017

Kisah Puasa Pertama si Sulung

Ini kisah Alzam (7,5 tahun) di bulan Ramadan 1438 H.
Hari pertama puasa full. Hari kedua puasa 'setengah'. Hari ketiga semoga full lagi.

Kegiatan 1 Ramadan
04.00: Sahur bersama ayah dan ibu
05.30: tidak sengaja ngemil kacang milik Adik. "Ayah, saya lupa kalau puasa. Bisaji lanjut puasa?". "Kalau benar2 lupa, puasanya boleh lanjut," jawabku :)
05.30-12.15: Nonton DVD Boboboy The Movie bersama adik. Lanjut Lohor berjamaah di Masjid.
14.00-16.30: tidur
17.00-buka puasa: Menantang ayah main PS (sepakbola)....

2 Ramadan
04.00: Sahur
12.30: Buka puasa

3 Ramadan
04.00: Sahur
05.00-07.00: Salat dan belajar persiapan final
11.00-12.30: Ayah jemput Alzam di sekolah. Lanjut belajar persiapan final untuk besok bersama ayah di rumah nenek + berjamaah Lohor di masjid
13.00-15.30: tidur siang + Asar di Masjid
16.00: Waktunya main2 menyambut buka puasa

20 May 2017

Jajal Lagi Taman Macan

Giliran Taman Macan yang dijajal si bungsu dan si sulung. Lumayan ramai tiap akhir pekan...

Target 1.000 langkah belum tercapai. No problem. Paling tidak cuci mata gratis :)

06 May 2017

Gagal Mencetak Interisti

Setelah beberapa kali tertunda, janji itu akhirnya ditunaikan. Janji menemani si sulung main futsal.

Persiapan si sulung sudah lengkap. Mulai sepatu futsal hingga jersey Real Madrid.

Khusus Real Madrid, saya gagal mengkader anakku jadi fans Inter Milan. Padahal setelah si sulung lahir, saya sudah mengoleksi beberapa jersey Inter. Harapannya, anak2ku jadi Interisti. Sudahlah. Pada akhirnya si sulung yg memilih. Jersey nomor 7 pilihannya. ALZAM memilih nama Ronaldo, bukan namanya....Gelandang jadi pilihan posisinya.

Selamat bertanding...


19 August 2016

Nasionalisme Anak Lorong

2 hari setelah 17 Agustus 2016. Sebuah Lorong di utara Makassar. Masih suasana merah putih.

Anak2 lorong pun masih pakai aksesoris merah putih. Nasionalisme kecil-kecilan lah.

Minimal mereka masih bermain sambil nyanyi lagu2 kebangsaan...

18 July 2016

Dokumentasi 2016: Hari Pertama di SD


UJI NYALI - Siswa baru di salah satu sekolah swasta di Jl Sunu, Makassar, perkenalan di depan siswa senior


INI kisah anak kecil bernama Alzam saat pertama kali menginjakkan kaki di sekolah dasar.

Setting alarm pukul 05.45. Bangunnya 05.30. Alzam punya kebiasaan nanti bangun kalau ayahnya juga sudah bangun. Kalau ayah bangun 07.00, yah begitulah....       

07.15 tiba di sekolah baru. Sekolah dasar swasta di bilangan Jl Sunu Makassar.Langsung berbaur murid senior di masjid. Kurang lebih 60 siswa baru uji nyali di depan senior.
"Uji kepercayaan diri di depan banyak orang," kata guru pembimbing.

Dilanjutkan perkenalan dalam kelas. Satu kelas kurang lebih 30 siswa. Tiap kelas diajar dua guru. Tata letak tempat duduk berbeda. Tidak ada siswa duduk di depan atau belakang. Ada 2 papan tulis.

08.15 Ayah Alzam kelaparan. Tidak sempat sarapan. Niatnya santap nasi kuning. Namuns setelah keliling lingkungan sekolah ketemu penjual coto makassar. Nyam...      .... 

09.00 Alzam cs sarapan bersama di dalam kelas. Dilanjutkan pengenalan lingkungan sekolah. Alzam cs jalan kaki keliling sekolah.

09.30 Time to play. Alzam cs menjajal lapangan futsal sekolah. Lumayan heboh. Lupakan soal baju + celana yang disetrika. Untungnya sekolah lumayan hijau jadi debu kurang.

10.00 Belajar berbaur kembali sambil menghafal nama teman satu kelas dll.

11.00 Pulang sekolah. MULAI HARI Kamis pulangnya 14.00 siang.


13 June 2016

Rahasia Sesama Lelaki


INI kisah anak kecil dan ayahnya. Pukul 11.00 lewat sedikit.
Seperti biasa, butuh beberapa menit menyusuri sejumlah lorong untuk menemukan Alzam (6,6 tahun). Tak lama lagi jadwal buka puasanya, 12.00.
Setelah beberapa spot, ketemu juga Alzam. Di tangannya sebuah gelas plastik. Isinya air dan beberapa ekor ikan kecil. Bisa ditebak, ikan itu tangkapannya bersama teman-temannya. Bukan dari kolam atau sungai. Tapi dari sebuah selokan, tak jauh dari Masjid Jl Dakwah, pinggiran utara Makassar.
"Ayah, saya mau pelihara ikan ini," katanya. Tanpa ekspresi bersalah. Badannya bau got. Apalagi celana dan baju. Ckckck....
Maafkan ayah nak, seharusnya kamu menangkap ikan di sungai yang jernih. Atau di kolam yang terawat. Bukan di selokan. Seharusnya, generasi MILENIAL sepertimu menangkap ikan di atas kasur, tentu saja memakai gadget. Nanti Ayah carikan gamenya di Play Store (itu kalau kamu mau).
Perasaan marah2 hilang melihat ekspresimu yang bahagia. "Ayo kita pulang ke rumah nenek. Jangan bilang main di selokan ke Ibu. Nanti Ibu marah," kataku.

Biarlah selokan itu jadi rahasia kita, rahasia sesama lelaki.


Alzam Mansur
*Makassar 8 Ramadan 1437 H/13 Juni 2016

24 April 2016

Yang Kecil yang Rewa

Sebenarnya siapa yang nakal siapa yang alim tak penting lagi. Toh mereka belum aqil baligh.

Tugas kami berdua, orangtuanya, menuntunnya ke jalan yang lurus. Bukan mengguruinya.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami anak2 yg Saleh, Amin...

Keterangan: Alzam (6,4 tahun) di bawah. Wildan (2) di atas

21 December 2015

Miladul Khaer Anak Lorong

Alhamdulillah. Alzam genap 6 tahun (20 Desember 2009-2015).

Semoga sehat walafiat. Berkah Dan nikmatilah masa kecilmu.

Harapan ayah; selalu berbagi dan bermainlah sepuasmu. Main hujan juga boleh (di rumah nenek). Kalau nakal di rumah, saya tidak bertanggungjawab nah... :) #latepost

25 September 2015

Alzam Ikut Jogging di Karebosi

Lumayanlah. Alzam (5,9 tahun) bisa keliling Karebosi 2,5 putaran... Semangat bro....

24 June 2015

Alzam and Friend: Indahnya Berbagi di Ramadan

7 Ramadan 1436 H. Pukul 11.51 wita.

Saya masih tidur ketika mendengar suara di dapur. Ternyata Alzam (5.6 tahun) bersama temannya. Sedang mencari nasi. Mereka ingin menggugurkan puasanya.

Indahnya berbagi di Ramadan...

15 June 2015

Di Antara Hegemoni Perempuan

INI kisah ANAK kecil. Kisah Alzam (5,6 tahun).
Venue-nya di TK Alhidayah, Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo, Makassar. Hari Sabtu (13/6/2015) penerimaan rapor.

Alzam juara dua. Satu-satunya pria di antara perempuan yang dapat gelar siswa berprestasi.

Ekspresi Alzam malu-malu (baca: cute). Kiri-kanannya perempuan hebat; perempuan berprestasi.

Kenapa Alzam juara dua? Saya juga masih mencari jawabnya.
Saya dan ibunya komitmen sejak awal masuk TK. Tak ada khutbah soal pelajaran. Tak ada remedial di rumah. Tak bicara pelajaran di kamar. Perjanjiannya, Alzam hanya belajar atau bermain di sekolah. Di rumah? Waktunya bermain. Sebebas-bebasnya (bersambung) ...

Siswa berprestasi TK Alhidayah Rappojawa, Kec Tallo, Makassar
Alzam + piala


21 January 2015

Kiriman Buku 'Neraka' dari Bu Guru

10.55 wita
ALZAM (5) pulang sekolah. Seperti kebiasaannya, setelah salam, langsung mencariku.

Saya berusaha membiasakan Alzam menceritakan ulang pengalaman bermain dan belajarnya di TK setelah pulang sekolah.

Kali ini di sekolah ada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sekolahnya berdekatan dengan rumah. Saya tidak sempat hadir.

Alzam juga dapat ole-ole dari Bu Guru. Sepasang buku bergambar. Judulnya "Siksa Neraka" dan "Kisah Nabi Yunus AS".

DAN, khutbah soal neraka pun dimulai...

Terima kasih Ya Allah atas nikmat-Mu; kesempatan menemani malaikat kecilku saat pulang sekolah.

Keterangan
1 Sepasang buku dari Bu Guru
2 Alzam membahas "Siksa Neraka" bersama temannya